Sosialisasi Primer

Sosialisasi Sekunder, Proses Awal Menuju Lingkungan Yang Baru

Sosialisasi Sekunder – sosialisasi sendiri merupakan proses yang sanga tpenting dalam kehidupan kita sehari-hari. Proses tersebut  merupakan salah satu proses pembelajaran yang dilakukan oleh setiap individu di dunia ini. sosialisasi sendiri bisa diartikan seabgai proses transfer ilmu dari suatu individu ke individu atau golongan lainnya. Proses tersebut sendiri merupakan proses yang tidak bisa dihindari. Proses sosialisasi akan berjalan secara terus menerus baik disadari maupun tidak. Pada kenyataannya proses sosialisasi sendiri memang berjalan dari sejak kita dilahirkan hingga nantinya akhirn hayat sendiri. Proses sosialisasi sendiri aka sangat penting karena akan sangat mempengaruhi proses pembentukan individu yang lainnya.

Proses sosialisasi endiri dibagi dalam dua tahapan yakni proses sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder. Kedua macam sosialisasi ini berbeda namun sebenarnya asling berkaitan. Sosialisasi primer sendiri merupakan proses sosalisasi yang terjadi di awal kehidupan kita. Biasanya terjadi di masa anak-anak kita. Bisa kita artikan sosialisasi primer sendiri merupakan proses sosialisasi yang terjadi di lingkungan keluarga. Jadi memang dalam prosesnya sosialisasi primer akan sangat dipengaruhi oleh anggota keluarga yang terlibat. Kemudian selanjutnya ada sosialisasi sekinder. Sosialisasi ini sendiri prosesnya terjadi di lingkungan masayarakat luas. Tentu saja proses ini sebelmnya akan berhubungan dengan proses sosialisasi primer yang terjadi. Jika sosialisasi primer berjalan dengan baik maka individu akan lebih mudah mengalami sosialisasi sekunder.

Tentunya sosialisasi sekunder lebih lanjut lagi merupakan proses transfer pengetahuan yang lebih luas lagi. bukan hanya sekedar itu saja, namun sosialisasi ini akan sangat berbeda yang dirasakan tiap individunya. Hal tersebut tergantung seberapa jauh proses sosialiasi primer yang sudah dilakukan. Namun proses sosialisasi primer ini bisa membantu anda untuk melangkah ke lingkungan yang baru. Segala proses dari sosialisasi ini tentu akan sangat penting di kehidupan kita. Segala proses sosialisasi ini sendiri akan berjalan secara terus menerus tak tidak akan pernah terhindarkan. Namun proses ini bisa kita kendalikan sehingga menghasilkan sesuatu yang positif untuk kehidupan di masa sekarang atau masa mendatang.

Sosialisasi Represif

Pengertian Sosialisasi Represif

Sosialisasi represif sendiri bisa dikatakan sebagai proses sosialisasi yang lebih menggunakan unsur kekerasan dalam proses sosialisasi. Sosialisasi sendiri merupakan proses pemberian infromasi yang diberikan antar individu atau ekpada golongan tertentu. Untuk sosialisasi yang satu ini, proses pemberian informasi dilakukan dengan memberikan hukuman dengan menggunakan kekerasan atau hal lain yang bersifat fisik. Prors pemberian hukuman ini sendiri sejatinya dilakukan ketika adanya kesalahan dalam proses sosialisasi atau pembelajaran. Biasanya sosialisasi jenis ini diterapkan di keluarga atau pada tahap sosialisasi primer. Orang tua cenderung akan memberikan hukuman kekerasa apabila sang anak tidak bisa berbuat baik atau sesuai keinginan orang tua.

Ada beberapa hal yang bisa menunjukan tentang sosialisasi represif. Yang pertama sendiri yakni sesuai dengan pengertiannya, sosialisasi yang satu ini memberikan hukuman kekerasan. Biasanya hukuman ini akan diberikan jika terjadi kesalahan. Imbalan juga akan diberikan ketika melakukan proses dengan benar. Selain itu pada prosesnya perintah akan selalu menjadi cara dalam proses komunikasi. Sosialisasi ini sendiri sering terjadi di dalam keluarga dan berpusat pada kuasa orang tua. Biasanya orang tua akan lebih berperan dalam proses sosialisasi ini. dan tentunya proses komunikasi non verbal lebih sering digunakan pada proses sosialisasi yang satu ini.

Pada kenyataannya proses sosialisasi represif ini sendiri sebenarnya bsia dikatakan sebagai proses sosialisasi yang kurang baik untuk dilakukan. Anak yang menjadi objek atau individu yang mengalami proses sosialisasi ini akan mengalami trauma yang mendalam jika mendapatkan hukuman dalam proses sosialisasi ini. tentu saja ini menjadi cara yang kurang baik untuk dipilih sebagai proses individu. Oleh karena itu sekarang ini dalam proses sosialisasi primer atau sosialisasi dalam keluarga, sekarang ini lebih diutamakn untuk menggunakan metode sosialisasi partisipatif. Dengan mengunakan metode yang satu ini maka anak akan lebih aktif dan juga lebih peka terhadap lingkungan mereka. Selain itu sang anak juga bisa menjadi lebih siap untuk menghadapi proses sosialisasi sekunder atau proses sosialisasi di masyarakat secara luas.